Himpunan Mahasiswa S1 Farmasi (HIMAFARSI) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menyelenggarakan seminar dengan tema “Dampak Perkembangan Apotek Desa terhadap Praktik Kefarmasian dalam Aspek Etika, Legalitas, dan Profesionalisme” pada 13 Juni 2026 di Convention Hall KH. Hisjam, Lantai 10 Universitas Muhammadiyah Lamongan. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa farmasi, tenaga kefarmasian, serta peserta dari berbagai institusi yang tertarik pada perkembangan pelayanan kefarmasian di Indonesia.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang kefarmasian, yaitu apt. Primanitha Ria Utami, M.Farm. dan apt. Yulianto, S.Farm., M.P.H. Kedua pemateri membahas berbagai tantangan dan peluang yang muncul seiring berkembangnya konsep Apotek Desa sebagai salah satu upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat.
Pada sesi pertama, apt. Primanitha Ria Utami, M.Farm. menyoroti pentingnya etika dan profesionalisme dalam praktik kefarmasian. Beliau menjelaskan bahwa pelayanan kefarmasian yang berkualitas tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis tenaga kefarmasian, tetapi juga pada integritas, etika, dan tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kepercayaan pasien merupakan aset utama yang harus dijaga melalui sikap profesional, komunikasi yang baik, serta pelayanan yang beretika.
Sementara itu, pada sesi kedua, apt. Yulianto, S.Farm., M.P.H. membahas aspek legalitas dan implementasi Apotek Desa dalam sistem pelayanan kesehatan. Beliau menjelaskan bahwa keberadaan Apotek Desa merupakan langkah strategis dalam memperluas pemerataan akses pelayanan kefarmasian, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.
Beliau juga menegaskan bahwa implementasi Apotek Desa harus tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, standar pelayanan kefarmasian, serta prinsip keselamatan pasien. Menurutnya, meskipun teknologi dan sistem pelayanan kesehatan terus berkembang, peran Apoteker sebagai pengambil keputusan profesional tetap menjadi unsur penting yang tidak dapat tergantikan.
Selain sesi seminar, pada akhir kegiatan peserta mendapatkan layanan pengaktifan akun SatuSehat yang difasilitasi dan didampingi langsung oleh pihak penyelenggara terkait. Pendampingan ini diberikan untuk membantu peserta yang belum memiliki atau belum mengaktifkan akun SatuSehat, sehingga dapat memanfaatkan layanan kesehatan digital secara optimal. Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta karena memberikan manfaat praktis yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan seminar berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab. Melalui seminar ini, HIMAFARSI UMLA berharap mahasiswa dan tenaga kefarmasian dapat memahami pentingnya menjaga etika, legalitas, dan profesionalisme di tengah perkembangan sistem pelayanan kesehatan yang terus berubah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan calon tenaga kefarmasian dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.
Penulis : Najwa Tiara Tsani Agustin
Editor : Fadel Al Ahmed Valentilano
