Lamongan – Sebanyak lima kader dari Masjid Ki Bagus Hadikusuma Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) mengikuti kegiatan Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah Batch 3 yang diselenggarakan pada 19–21 Juni 2026 di Masjid Asy Syifa’ Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Lamongan. Program ini merupakan bagian dari upaya kaderisasi marbot Muhammadiyah yang profesional, berideologi kuat, serta mampu mengelola masjid secara modern dan berkemajuan.
Kelima peserta yang mewakili Masjid Ki Bagus Hadikusuma UMLA tersebut adalah Teguh Hadi Wibowo, S.Hum., M.Pd., Dr. Ari Susandi, M.Pd., A. Rizki Farisal Ummah, S.Ak., M. Rizky Maulidin, S.Pd., dan Fatih Zaki A. Mereka mengikuti rangkaian pelatihan intensif selama tiga hari dua malam yang dirancang untuk memperkuat kapasitas marbot dalam mengembangkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan hari pertama, Jumat (19/6/2026), diawali dengan agenda i’tikaf, qiyamul lail, dan Masjid Subuh Qur’an (MSQ). Setelah itu, peserta mengikuti Opening Ceremony yang berlangsung di Masjid Asy Syifa’ RSM Lamongan. Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Direktur RSM Lamongan, Ketua PDM Lamongan, Wakil Ketua PWM Jawa Timur Bidang LPCRPM, serta secara resmi dibuka oleh Ketua LPCRPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan sejumlah materi penting mengenai peran strategis masjid dalam gerakan Muhammadiyah. Materi yang disampaikan meliputi Peran Masjid Muhammadiyah, Mindset Kemasjidan, serta Manajemen Masjid Kontemporer. Berbagai materi tersebut memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana masjid dapat berfungsi sebagai pusat peradaban yang tidak hanya fokus pada aspek ibadah, tetapi juga menjadi pusat pengembangan umat.
Memasuki hari kedua, Sabtu (20/6/2026), peserta kembali mengikuti rangkaian i’tikaf dan Masjid Subuh Qur’an sebelum melaksanakan studi lapangan ke Masjid Baiturrahim Laren. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari secara langsung tata kelola masjid yang berhasil mengembangkan program-program pemberdayaan masyarakat, termasuk ketahanan pangan berbasis masjid.
Selain studi lapangan, peserta juga memperoleh materi mengenai Keuangan Masjid dan Fundraising yang disampaikan bersama Lazismu PWM Jawa Timur. Materi lainnya meliputi Formula Memakmurkan Masjid, penyusunan Masjid Plan, serta perencanaan tindak lanjut yang dapat diterapkan di masjid masing-masing setelah pelatihan berakhir.
Pada hari terakhir, Ahad (21/6/2026), kegiatan diawali dengan i’tikaf dan MSQ yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan outbound sebagai sarana penguatan kerja sama tim dan kepemimpinan. Agenda utama pada hari ketiga adalah presentasi Masjid Plan oleh seluruh peserta. Presentasi ini menjadi output utama pelatihan yang berisi gagasan dan rencana strategis dalam memakmurkan masjid di lingkungan masing-masing.
Kelima peserta dari UMLA mempresentasikan berbagai program yang dirancang untuk pengembangan dan pemakmuran Masjid Ki Bagus Hadikusuma UMLA. Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan peran masjid sebagai pusat dakwah, pembinaan jamaah, serta penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus.
Kegiatan Akademi Marbot Batch 3 ditutup melalui Closing Ceremony yang diisi dengan penyampaian kesan dan pesan peserta. Acara penutupan dipimpin oleh Ketua LPCRPM PWM Jawa Timur yang memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas semangat dan komitmen mereka dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui program ini, Universitas Muhammadiyah Lamongan semakin menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola masjid kampus yang unggul dan berkemajuan. Kehadiran lima kader marbot yang telah mendapatkan pembekalan dari Akademi Marbot Batch 3 diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam memakmurkan Masjid Ki Bagus Hadikusuma UMLA sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban Islam yang memberikan manfaat luas bagi jamaah dan masyarakat.
Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama pelatihan, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan berbagai program inovatif yang telah dirancang. Semangat khidmat kepada masjid yang ditanamkan selama pelatihan menjadi modal penting untuk mewujudkan masjid yang semakin hidup, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan umat di era modern.
Penulis : Rio Achmad Nugroho
Editor : Fadel Al Ahmed Valentilano
