Lamongan, 25 Juli 2026 – Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (FASHMU) III menjadi ajang pembinaan generasi muda dalam berbagai bidang keislaman. Salah satu peserta cabang Lomba Imam Sholat (LIS) asal Surabaya mengaku antusias mengikuti perlombaan meskipun harus menempuh perjalanan jauh menuju lokasi penyelenggaraan di Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA).
Usai mengikuti perlombaan, peserta tersebut mengungkapkan bahwa dirinya merasakan perasaan campur aduk menjelang tampil. Rasa gugup tidak dapat dihindari karena harus berkompetisi dengan peserta lain yang memiliki kemampuan terbaik. Meski demikian, ia tetap merasa senang dapat berpartisipasi dalam FASHMU III.
“Perasaannya tentu deg-degan karena ini adalah sebuah kompetisi. Namun, saya juga merasa senang karena bisa ikut lomba seperti ini. Apalagi saya datang dari Surabaya, jadi perjalanan yang cukup jauh juga membuat saya merasa lelah,” ujarnya.
Menurutnya, perjalanan yang cukup jauh tidak menjadi penghalang untuk mengikuti kompetisi. Justru keikutsertaannya dalam Lomba Imam Sholat menjadi pengalaman berharga sekaligus kesempatan untuk mengukur kemampuan yang telah dipersiapkan selama ini.
Selain berbagi pengalaman, peserta tersebut juga menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga semangat dan menjunjung tinggi nilai sportivitas selama mengikuti perlombaan. Ia menilai bahwa setiap kompetisi merupakan sarana belajar yang memberikan pengalaman berharga, terlepas dari hasil yang diperoleh.
“Semangat dan tetap sportif dalam mengikuti lomba. Kalau kita menang, alhamdulillah. Kalau kita kalah juga alhamdulillah, karena setiap hasil pasti ada hikmahnya. Dari situ kita bisa berbenah menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya telah menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA dan berencana melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya). Meski demikian, apabila di kemudian hari terdapat kesempatan mengikuti kompetisi serupa sesuai ketentuan yang berlaku, ia mengaku siap untuk kembali berpartisipasi.
“Kalau nanti masih ada kesempatan mengikuti lomba lagi dan memenuhi persyaratan, tentu saya akan ikut. Kalau memang tidak memungkinkan, ya saya tetap bersyukur,” ungkapnya.
Pelaksanaan Lomba Imam Sholat (LIS) dalam rangkaian FASHMU III menjadi salah satu upaya menumbuhkan kemampuan generasi muda dalam mempraktikkan tata cara menjadi imam salat yang baik dan benar. Melalui kompetisi ini, peserta tidak hanya dituntut memiliki bacaan yang baik, tetapi juga pemahaman terhadap tata cara salat sesuai tuntunan syariat.
Melalui penyelenggaraan Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (FASHMU) III, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki kemampuan keagamaan, jiwa kepemimpinan, serta karakter Islami yang kuat. Semangat yang ditunjukkan para peserta menjadi bukti bahwa ajang ini tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi media pembinaan dan pengembangan diri bagi kader-kader muda Muhammadiyah.
Penulis: Aban farros al-abiyyu
Editor : Fadel Al Ahmed Valentilano
