Peserta MTQ Asal Banyuwangi Antusias Ikuti FASHMU III di UMLA

UmlaNews

Lamongan, 25 Juli 2026 – Antusiasme peserta mewarnai pelaksanaan Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (FASHMU) III yang digelar di Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA). Dua peserta cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) asal Banyuwangi mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti kompetisi, meskipun sempat mengalami kesulitan menemukan lokasi perlombaan karena luasnya area kampus.
Kedua peserta menuturkan bahwa FASHMU III menjadi pengalaman pertama mereka mengikuti perlombaan di lingkungan UMLA. Luasnya kompleks gedung dan banyaknya ruangan membuat mereka sempat kebingungan saat mencari lokasi yang telah ditentukan panitia.
Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik. Namun, tantangan yang paling dirasakan adalah mencari ruang perlombaan karena lokasi penyelenggaraan yang cukup luas.
“Kegiatannya seru. Hanya saja kami sempat kesulitan mencari ruangan karena tempatnya sangat luas,” ujarnya.
Peserta lainnya menambahkan bahwa dirinya baru pertama kali mengunjungi kampus UMLA. Kondisi tersebut membuatnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus sebelum mengikuti perlombaan.
“Ini pertama kalinya kami datang ke sini, jadi sempat bingung mencari ruangan. Kampusnya besar sekali, bahkan gedungnya sampai lantai sepuluh. Kami cukup terkejut melihat fasilitas yang ada,” tuturnya.
Meski sempat mengalami kendala saat mencari lokasi, keduanya mengapresiasi pelaksanaan FASHMU III yang dinilai berjalan tertib dan memberikan pengalaman baru bagi para peserta. Mereka mengaku dapat mengikuti perlombaan sesuai jadwal setelah memperoleh arahan dari panitia.
Dari sisi persiapan, kedua peserta menyampaikan bahwa mereka telah menjalani latihan secara intensif sebelum mengikuti kompetisi. Berkat persiapan tersebut, proses perlombaan dapat dilalui dengan lancar tanpa hambatan berarti.
“Alhamdulillah persiapan kami sudah cukup matang. Saat tampil tadi juga berjalan lancar dan tidak ada kendala,” kata salah seorang peserta.
Bagi keduanya, mengikuti MTQ dalam FASHMU III bukan semata-mata untuk meraih gelar juara, melainkan sebagai sarana mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menambah pengalaman bertanding dengan peserta dari berbagai daerah.
Mereka juga menekankan pentingnya sikap lapang dada dalam menerima hasil perlombaan. Menurut mereka, setiap kompetisi harus disikapi sebagai proses pembelajaran yang memberikan manfaat, baik ketika memperoleh kemenangan maupun saat belum berhasil meraih prestasi.
“Kalau mendapatkan juara tentu kami bersyukur. Namun kalau belum mendapatkan juara, itu juga harus diterima dengan ikhlas. Mungkin memang belum rezekinya dan menjadi motivasi untuk terus belajar,” ungkap salah seorang peserta.
Peserta lainnya menambahkan bahwa hasil yang belum sesuai harapan bukan menjadi alasan untuk berhenti berusaha. Sebaliknya, pengalaman tersebut justru menjadi dorongan untuk meningkatkan kemampuan pada kesempatan berikutnya.
“Kalau belum berhasil hari ini, berarti ke depan harus lebih banyak berlatih supaya hasilnya bisa lebih maksimal. Mudah-mudahan pada kesempatan berikutnya bisa memberikan yang terbaik,” katanya.
Semangat yang ditunjukkan kedua peserta mencerminkan nilai-nilai yang diusung dalam penyelenggaraan FASHMU III, yakni membangun karakter generasi muda yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas, keikhlasan, dan semangat untuk terus memperbaiki diri.
Melalui berbagai cabang perlombaan, termasuk Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), FASHMU III diharapkan menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda Muhammadiyah untuk mengembangkan potensi, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga menjadi bukti bahwa ajang ini mampu menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat semangat dakwah melalui kompetisi yang edukatif dan inspiratif.

 

Penulis : Fadel Al Ahmed Valentilano

Editor : Fadel Al Ahmed Valentilano