Seminar Sosialisasi dan Pelatihan Investasi yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 09.00–12.00 WIB yang bertempat di auditorium budi utomo lantai 3 gedung A universitas muhammadiyah lamongan menghadirkan dua pemateri yang membahas pentingnya investasi dan pemahaman pasar modal bagi generasi muda. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai program studi sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan dan kesiapan menghadapi kondisi ekonomi di masa mendatang.
Dalam sesi pertama, Asikin Ashar menyampaikan bahwa investasi sering kali dianggap sulit karena hasilnya tidak dapat dirasakan secara langsung, melainkan baru terlihat di masa depan. Menurutnya, pola pikir masyarakat yang lebih berfokus pada hasil instan menjadi salah satu alasan rendahnya minat investasi.
Beliau juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai salah satu negara dengan jumlah populasi terbesar di dunia bersama Amerika Serikat, China, dan India. Selain itu, posisi Indonesia yang tergabung dalam BRICS dan G20 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar dalam perkembangan ekonomi global.
Dalam pemaparannya, beliau turut menyinggung kemungkinan terjadinya krisis ekonomi di masa depan. Namun, menurutnya krisis bukan hanya menjadi ancaman, melainkan juga kesempatan untuk naik tingkat apabila masyarakat memiliki kesiapan finansial dan kemampuan mengelola investasi dengan baik. Oleh karena itu, beliau mengajak peserta untuk mulai mempersiapkan dana dan memahami investasi sejak dini.
Salah satu pernyataan yang menarik perhatian peserta ialah, “Mencari uang setengah mati, menghabiskannya setengah sadar,” yang menggambarkan pentingnya kesadaran dalam mengatur keuangan pribadi. Beliau juga memberikan contoh mengenai David Beckham yang membeli klub Inter Miami CF dengan nilai sekitar 25 juta dolar dan kini mengalami peningkatan valuasi yang sangat besar. Contoh tersebut digunakan untuk menunjukkan bagaimana investasi dapat memberikan keuntungan besar dalam jangka panjang.
Pada sesi kedua, Fajar Imanuddin menjelaskan mengenai dasar-dasar pasar modal dan hubungan antara perusahaan dengan investor. Ia menerangkan bahwa perusahaan membutuhkan dana untuk mengembangkan usaha dengan menarik investor, sedangkan investor berharap nilai modal yang ditanamkan dapat bertambah di masa mendatang.
Beliau juga memperkenalkan beberapa produk investasi di pasar modal seperti obligasi, saham, dan reksadana. Dalam penjelasannya, saham diartikan sebagai tanda kepemilikan seseorang terhadap suatu perusahaan. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada dua gaya dalam aktivitas pasar modal, yaitu investor dan trader.
Melalui seminar ini, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya investasi serta memiliki kesadaran dalam mengelola keuangan sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Penulis: Afdzal Aditya Rama
Editor: Fadel Al Ahmed Valentilano
