UmlaNews — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, menjadi narasumber dalam seminar bertema “Menuju Era Quantum Menuju Indonesia Emas” yang diselenggarakan pada Senin, 11 Mei 2026 di Convention Hall KH. Hisjam, Lt.10 Gedung E Tower UM Lamongan. Seminar ini membahas berbagai perubahan besar yang akan terjadi di era quantum, mulai dari bidang ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan.
Dalam pemaparannya, Budiman Sudjatmiko menyampaikan bahwa pemilihan tema era quantum sangat relevan karena dunia saat ini sedang memasuki fase perubahan besar. Ia menjelaskan bahwa dunia sebelumnya pernah mengalami perubahan besar pada abad ke-20 yang dipicu oleh penemuan listrik, wabah flu, serta perang dunia. Menurutnya, saat ini dunia kembali mengalami “pengocokan ulang” melalui perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang membawa manusia menuju era quantum.
Beliau menjelaskan bahwa era quantum menghadirkan banyak hal yang sebelumnya tidak terpikirkan menjadi mungkin terjadi. Perkembangan otomasi dan mesin yang mampu memproduksi mesin lain dinilai akan menciptakan era kelimpahan, di mana produksi barang dan informasi meningkat secara besar-besaran. Kondisi tersebut diperkirakan akan mengubah sistem ekonomi tradisional yang selama ini berbasis pada kelangkaan sumber daya.
Selain dampak ekonomi, Budiman Sudjatmiko juga menyoroti perubahan sosial dan budaya akibat dominasi teknologi. Menurutnya, penggunaan mesin dan sistem digital yang semakin masif dapat memengaruhi cara berpikir dan pola hidup manusia menjadi lebih seragam. Oleh karena itu, masyarakat perlu menjaga kemampuan berpikir mandiri agar tidak kehilangan keberagaman pandangan dan identitas sosial.
Dalam bidang pendidikan, beliau menekankan bahwa kemampuan yang paling dibutuhkan di masa depan bukan hanya kemampuan menjawab pertanyaan, melainkan kemampuan merumuskan pertanyaan yang tepat, berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Hal ini dikarenakan kecerdasan buatan saat ini sudah mampu memberikan jawaban dengan cepat dan akurat. Karena itu, manusia dituntut untuk memiliki kemampuan reflektif dan argumentatif yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh mesin.
Budiman Sudjatmiko juga menyinggung pentingnya interaksi kritis dengan AI. Ia menyampaikan bahwa manusia tidak boleh sepenuhnya bergantung pada teknologi, tetapi harus mampu memahami batasan-batasan AI melalui diskusi dan pemikiran mendalam. Dengan begitu, perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung kemajuan bangsa.
Melalui seminar ini, peserta diajak memahami bahwa era quantum bukan hanya tentang perkembangan teknologi, tetapi juga tentang kesiapan manusia dalam menghadapi perubahan besar menuju Indonesia Emas di masa depan.
Penulis:
Najwa Tiara Tsani Agustin
Editor:
Fadel Al Ahmed Valentilano
