Masta Prodi Teknik Industri UMLA Kenalkan Prospek Karier hingga Program Magang ke Jepang

UmlaNews

Lamongan – Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menggelar kegiatan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Masta) Prodi Teknik Industri di Gedung B206 Universitas Muhammadiyah Lamongan, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) UMLA sekaligus menjadi sarana pengenalan program studi kepada mahasiswa baru.

Kegiatan tersebut diisi oleh Ir. Rohmat, S.T., M.Sc., yang memperkenalkan lebih jauh mengenai Prodi Teknik Industri, mulai dari visi dan misi, sistem pembelajaran, kegiatan mahasiswa, profil lulusan, hingga peluang karier setelah menyelesaikan pendidikan.

Dalam pemaparannya, Rohmat meyakinkan mahasiswa baru bahwa memilih Teknik Industri memberikan peluang yang luas untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

“Gak bakal nyesel pilih Prodi Teknik Industri,” ujarnya saat memberikan materi kepada mahasiswa baru.

Ia menjelaskan, Prodi Teknik Industri berada di bawah naungan FSTP Universitas Muhammadiyah Lamongan. Menurutnya, Teknik Industri UMLA memiliki posisi strategis karena menjadi satu-satunya program studi Teknik Industri yang ada di Lamongan.

Kondisi Kabupaten Lamongan yang menurutnya mulai berkembang dari daerah yang identik dengan sektor agro menuju sektor industri juga membuka peluang yang semakin luas bagi lulusan Teknik Industri. Perkembangan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempersiapkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di masa mendatang.

Rohmat menegaskan bahwa ruang kerja lulusan Teknik Industri tidak terbatas pada perusahaan manufaktur atau pabrik. Keilmuan Teknik Industri dapat diterapkan di berbagai sektor karena mahasiswa mempelajari bagaimana suatu sistem dapat dikelola secara efektif dan efisien.

Peluang tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari perusahaan manufaktur, perbankan, hingga industri hiburan. Lulusan Teknik Industri juga memiliki beragam profil karier, seperti staf hingga manajer, konsultan engineering, educator, design and project engineer, serta technopreneur.

Selain memperkenalkan prospek lulusan, mahasiswa baru juga diberikan gambaran mengenai proses pembelajaran di Prodi Teknik Industri UMLA. Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui kegiatan akademik di dalam kelas, tetapi juga diperkuat dengan berbagai aktivitas di luar kelas.

“Kita bukan hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas, sehingga pembelajaran tidak membosankan,” jelas Rohmat.

Berbagai kegiatan pendukung yang dapat diikuti mahasiswa antara lain kunjungan industri, kuliah tamu, seminar, pameran, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga kegiatan organisasi melalui himpunan mahasiswa. Aktivitas tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.

Suasana kegiatan semakin interaktif ketika memasuki sesi tanya jawab. Salah seorang mahasiswa baru menanyakan mengenai kerja sama Prodi Teknik Industri UMLA dengan perusahaan maupun instansi lain.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Rohmat menjelaskan bahwa Prodi Teknik Industri telah memiliki kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari sektor pemerintahan maupun perusahaan. Bahkan, kerja sama juga telah menjangkau tingkat internasional.

Salah satu kesempatan yang diperkenalkan kepada mahasiswa adalah program magang ke Jepang, termasuk peluang menuju perusahaan otomotif Daihatsu. Program tersebut menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dan mengenal lingkungan kerja internasional.

Pemaparan mengenai kesempatan ke Jepang turut menarik perhatian mahasiswa. Salah seorang peserta kemudian menanyakan mengenai kemampuan bahasa yang dibutuhkan untuk mengikuti program tersebut, khususnya apakah mahasiswa diwajibkan menguasai bahasa Jepang atau cukup menggunakan bahasa Inggris.

Rohmat menjelaskan bahwa mahasiswa setidaknya perlu memiliki kemampuan dasar bahasa Jepang. Namun, mahasiswa tidak perlu khawatir karena nantinya terdapat pendampingan dalam proses pembelajaran bahasa sebagai bagian dari persiapan.

“Kita minimalkan dasarnya bahasa Jepang. Nanti ada orang yang mengajari ke sini,” terangnya.

Melalui kegiatan Masta Prodi Teknik Industri ini, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai perjalanan mereka selama menempuh pendidikan hingga berbagai peluang setelah lulus.

Pengenalan sejak awal tersebut diharapkan membuat mahasiswa baru semakin memahami karakter keilmuan Teknik Industri serta mampu memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia selama perkuliahan. Dengan kombinasi pembelajaran di dalam dan luar kelas, kegiatan organisasi, kunjungan industri, serta peluang kerja sama dengan berbagai instansi hingga program internasional, Prodi Teknik Industri UMLA berupaya mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan dunia industri.

 

Penulis : Rio Achmad Nugroho

Editor : Fadel Al Ahmed Valentilano