Mahasiswa KKN Kelompok 5 Universitas Muhammadiyah Lamongan Telusuri Sejarah Sumur Sepaku di Desa Kemantren

UmlaNews

MuhammadiyahLamongan.com-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 5 Universitas Muhammadiyah Lamongan yang ditempatkan di Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, melaksanakan kunjungan edukatif ke Sumur Sepaku pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat salah satu situs bersejarah yang menjadi bagian dari warisan budaya dan religi masyarakat Desa Kemantren.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh informasi mengenai sejarah Sumur Sepaku yang diyakini sebagai salah satu peninggalan Syekh Maulana Ishaq, ulama penyebar agama Islam di pesisir utara Pulau Jawa sekaligus ayah dari Sunan Giri (Raden Paku). Berdasarkan tradisi lisan masyarakat setempat, Sumur Sepaku merupakan salah satu dari sembilan sumur yang dibangun oleh Syekh Maulana Ishaq sebagai sumber air bersih bagi masyarakat pada masa penyebaran Islam.

Selain nilai sejarahnya, Sumur Sepaku juga memiliki keunikan karena airnya tetap terasa tawar meskipun berada di kawasan pesisir. Hingga saat ini, air sumur tersebut masih dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai air minum dan dijaga kelestariannya sebagai peninggalan bersejarah. Masyarakat setempat juga meyakini bahwa sumur ini memiliki keterkaitan dengan kisah kelahiran Raden Paku atau Sunan Giri, sehingga keberadaannya menjadi salah satu situs yang sering dikunjungi peziarah maupun masyarakat yang ingin mengenal sejarah penyebaran Islam di wilayah Paciran.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 5 Universitas Muhammadiyah Lamongan tidak hanya menambah wawasan mengenai sejarah lokal, tetapi juga memahami pentingnya menjaga dan melestarikan situs-situs bersejarah sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian warisan sejarah dan budaya di Desa Kemantren.

Penulis: Selly Airin Diani Zamir

Editor : Fadel Al Ahmed Valentilano