Lamongan, 1 September 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 melalui kegiatan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk membangun koneksi, mengembangkan potensi, serta menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMLA, Bapak H. Suyitno, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Mastama seharusnya tidak hanya dipahami sebagai kegiatan untuk mengenal kampus, dosen, tenaga kependidikan, senior, maupun organisasi mahasiswa. Menurutnya, Mastama merupakan langkah awal mahasiswa dalam mengembangkan diri dan membangun relasi yang dapat bermanfaat dalam jangka panjang.

“Membangun koneksi bukan hanya menambah relasi, memperkaya kenalan, atau memanfaatkan kepentingan sesaat. Membangun koneksi berbasis kejujuran adalah membangun relasi dalam jangka panjang yang akan menguatkan dan melapangkan jalan kita menuju keberhasilan di masa yang akan datang,” jelasnya.
Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk saling mengenal dan memahami latar belakang satu sama lain. Mahasiswa yang berasal dari wilayah dan kondisi keluarga berbeda diharapkan dapat saling bertukar informasi, memberikan dukungan, serta membangun kerja sama yang positif.

Selain koneksi, mahasiswa baru juga didorong untuk berani mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Setiap mahasiswa dinilai memiliki kemampuan dan keunikan masing-masing, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
“Maksimalkan potensi Anda. Jangan pernah merasa takut untuk menunjukkan kemampuan selama masih berada dalam koridor yang baik,” pesannya.
Dalam kegiatan Mastama, mahasiswa diberikan ruang untuk menunjukkan berbagai kemampuan. Mahasiswa yang memiliki bakat seni dapat mengikuti pentas seni, sedangkan mahasiswa yang memiliki kemampuan di bidang keagamaan dapat berkontribusi melalui kegiatan di Masjid Ki Bagus Hadikusumo, seperti menjadi imam, muadzin, maupun memberikan kultum.
Menurut Dekan FEB UMLA, keberanian dalam menunjukkan potensi menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mahasiswa mengenali kemampuan dirinya. Potensi tersebut nantinya dapat terus diasah selama menjalani proses perkuliahan hingga mampu menghasilkan prestasi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa koneksi dan potensi tidak boleh berhenti begitu saja. Keduanya harus dilanjutkan dengan menciptakan dampak. Mahasiswa diharapkan mampu melahirkan karya, ide, gagasan, maupun produk yang memberikan manfaat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Ia juga mengingatkan bahwa Mastama hanyalah pintu awal bagi mahasiswa untuk menjalani kehidupan akademik di UMLA. Hubungan dan komunikasi yang dibangun selama kegiatan tidak berhenti setelah Mastama selesai. Mahasiswa masih akan bertemu dengan dosen pembimbing akademik, dosen pengampu mata kuliah, ketua program studi, organisasi mahasiswa, serta berbagai elemen kampus lainnya.
Setelah sambutan Dekan FEB UMLA, kegiatan dilanjutkan dengan orasi dan pengenalan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMLA yang disampaikan oleh Gubernur BEM FEB UMLA, Basyarudin Ilyas Farisi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengenalan kehidupan organisasi sekaligus memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai peran mahasiswa di lingkungan fakultas.
Melalui Mastama 2026, FEB UMLA berharap mahasiswa baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan, tetapi juga aktif membangun relasi, berani mengembangkan potensi, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat.
Dengan semangat “Koneksi, Potensi, dan Dampak”, mahasiswa baru FEB UMLA diharapkan mampu menjalani kehidupan perkuliahan dengan penuh semangat dan menjadikan masa kuliah sebagai kesempatan untuk tumbuh menjadi insan yang berilmu, profesional, berprestasi, dan bermanfaat bagi masyarakat.
