MuhammadiyahLamongan.com Lamongan, 28 Juli 2026 — Puncak Gunung Dono Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan menjadi salah satu destinasi yang menarik perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Keindahan alam yang asri serta panorama dari ketinggian membuat banyak masyarakat, mulai dari anak muda hingga orang dewasa, berkunjung untuk menikmati suasana alam dan mengabadikan momen melalui media sosial.
Gunung Dono merupakan salah satu kawasan yang memiliki nilai sejarah dan cerita budaya bagi masyarakat Desa Kemantren. Berdasarkan cerita yang diwariskan oleh para sesepuh desa, nama Gunung Dono berasal dari kisah perjalanan Nyai Sekardadu dalam mencari suaminya, Mbah Maulana Ishaq.
Dalam perjalanan pencarian tersebut, Nyai Sekardadu sampai di suatu tempat di atas gunung dan memohon petunjuk kepada Allah SWT. Setelah melakukan perenungan dan mendapatkan petunjuk dari seorang wanita tua bernama Nyai Sagincu, beliau diarahkan menuju ke arah utara dengan petunjuk tangan yang disebut dengan istilah “disudono”. Dari kisah tersebut, masyarakat terdahulu kemudian mengenal kawasan tersebut dengan nama Gunung Dono hingga saat ini.
Selain kisah Nyai Sekardadu dan Mbah Maulana Ishaq, terdapat pula cerita dari para sesepuh yang menyebutkan bahwa Patih Gajah Mada pernah singgah dan melakukan semedi di kawasan Gunung Dono. Meskipun kebenaran sejarah tersebut masih menjadi bagian dari cerita turun-temurun masyarakat, keberadaan Gunung Dono tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya dan kearifan lokal Desa Kemantren.
Sebagai bentuk pengenalan terhadap potensi alam dan sejarah lokal, mahasiswa KKN Kelompok 5 Fakultas Kesehatan melaksanakan kegiatan kunjungan edukasi ke Puncak Gunung Dono pada tanggal 26 Juli 2026. Kegiatan tersebut didampingi oleh Bapak Sikan S.pd serta diikuti oleh seluruh mahasiswa KKN Kelompok 5.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pengenalan mengenai kondisi lingkungan sekitar Gunung Dono sekaligus mendengarkan cerita sejarah dan nilai budaya yang melekat pada kawasan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap potensi lokal desa serta memperkenalkan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki oleh Desa Kemantren.
Selanjutnya, pada tanggal 28 Juli 2026, mahasiswa KKN Kelompok 5 kembali melaksanakan kegiatan di Puncak Gunung Dono berupa kerja bakti membersihkan area sekitar pendopo/gazebo. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta upaya menjaga kenyamanan kawasan yang sering dikunjungi masyarakat.
Kegiatan bersih-bersih berlangsung dengan semangat kebersamaan. Mahasiswa bersama-sama membersihkan area sekitar pendopo, menata lingkungan, dan memastikan kawasan tetap bersih serta nyaman untuk digunakan oleh masyarakat maupun pengunjung. Setelah kegiatan selesai, seluruh mahasiswa KKN Kelompok 5 melakukan makan bersama sebagai bentuk mempererat kebersamaan dan kekeluargaan.
Melalui kegiatan pengenalan sejarah dan aksi bersih lingkungan ini, mahasiswa KKN Kelompok 5 berharap dapat ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian Gunung Dono sebagai salah satu potensi wisata alam dan budaya Desa Kemantren. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan serta melestarikan warisan lokal yang memiliki nilai sejarah bagi generasi mendatang.
Penulis: Talitha Nathania Ichsan
Editor : Fadel Al Ahmed Valentilano
