Sambutan Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur Tekankan Pentingnya Perkaderan Melalui Festival Anak Sholeh

UmlaNews

Lamongan, 25 Juli 2026 – Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Ust. K.H. Abdul Basith, Lc., M.Pd.I., menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Festival Anak Sholeh yang digelar pada Sabtu (25/7/2026) di Lantai 10 Gedung E Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian festival yang bertujuan membentuk generasi muda Islami melalui berbagai perlombaan dan pembinaan karakter sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Ust. K.H. Abdul Basith menegaskan bahwa Festival Anak Sholeh bukan sekadar ajang kompetisi bagi anak-anak, melainkan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam menyiapkan kader umat yang berkualitas. Menurutnya, proses perkaderan harus dimulai sejak dini agar generasi penerus memiliki pondasi keimanan, akhlak, serta kemampuan intelektual yang baik. Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, anak-anak diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat.

Beliau menjelaskan bahwa pembangunan peradaban dunia tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak usia muda. Oleh karena itu, Muhammadiyah melalui Majelis Tabligh terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mampu membina dan mengembangkan potensi generasi muda. Festival Anak Sholeh menjadi salah satu media yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, menumbuhkan rasa percaya diri, melatih sportivitas, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di antara para peserta.
Lebih lanjut, Ust. K.H. Abdul Basith mengungkapkan bahwa pelaksanaan Festival Anak Sholeh tahun ini mengalami penyesuaian jadwal. Semula, seluruh rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung selama dua hari. Namun, berdasarkan berbagai pertimbangan teknis dan efisiensi penyelenggaraan, panitia memutuskan untuk memadatkan seluruh agenda menjadi satu hari penuh. Agar seluruh perlombaan dapat berjalan sesuai jadwal, kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan melibatkan seluruh panitia, dewan juri, pendamping, serta peserta dari berbagai daerah.

Meskipun berlangsung dalam waktu yang lebih singkat, panitia tetap berkomitmen menjaga kualitas pelaksanaan setiap cabang perlombaan. Berbagai persiapan telah dilakukan secara matang sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara tertib, lancar, dan tetap mengedepankan nilai-nilai edukatif serta religius. Keputusan tersebut diharapkan tidak mengurangi esensi festival sebagai sarana pembinaan karakter dan pengembangan bakat anak-anak.

Pada kesempatan itu, beliau juga menyampaikan bahwa prosesi pembukaan hanya dihadiri oleh sebagian ustaz dan ustazah. Hal tersebut disebabkan sebagian besar peserta telah berada di ruang perlombaan masing-masing untuk mengikuti jadwal yang telah ditentukan. Kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari pemadatan jadwal sehingga seluruh cabang lomba dapat dimulai tepat waktu tanpa mengurangi kesempatan peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Festival Anak Sholeh menghadirkan berbagai perlombaan yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan peserta dalam bidang keagamaan sekaligus membentuk karakter Islami. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi bagi para guru, ustadz, ustadzah, orang tua, serta lembaga pendidikan dalam memperkuat sinergi membangun generasi Qurani yang berakhlak mulia.

Di akhir sambutannya, Ust. K.H. Abdul Basith mengajak seluruh peserta, pendamping, dan panitia untuk menjadikan Festival Anak Sholeh sebagai momentum memperkuat semangat dakwah dan pendidikan Islam. Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemajuan peradaban dunia.

Melalui penyelenggaraan Festival Anak Sholeh, Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang berkemajuan. Dengan melibatkan berbagai elemen pendidikan dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi agenda pembinaan yang berkelanjutan serta mencetak generasi penerus yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

 

Penulis : Aban farros al-abiyyu

Editor : Fadel Al Ahmed Valentilano