Yogyakarta, Senin, 20 Juli 2026
Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Semester 2 melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke PT Mirota KSM Yogyakarta sebagai bagian dari program pembelajaran di luar kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai proses manufaktur dan sistem produksi di dunia industri sehingga mahasiswa dapat memahami penerapan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan. Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pengelolaan industri pangan, pengendalian mutu, serta pentingnya inovasi dalam menghasilkan produk berkualitas.
Kegiatan diawali dengan penyambutan oleh pihak PT Mirota KSM, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan company profile yang menjelaskan sejarah perusahaan, bidang usaha, visi dan misi, serta komitmen perusahaan dalam menghasilkan produk susu berkualitas tinggi. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan aktivitas operasional perusahaan, mulai dari proses pengadaan bahan baku hingga pendistribusian produk kepada konsumen. Penjelasan ini memberikan gambaran mengenai bagaimana sebuah perusahaan manufaktur mengelola proses produksinya secara efektif dan efisien.
Pihak perusahaan juga menjelaskan bahwa proses manufaktur merupakan serangkaian kegiatan yang mengubah bahan baku menjadi produk jadi melalui tahapan yang terencana dan terstandarisasi. Proses tersebut meliputi pemilihan bahan baku, pengolahan menggunakan teknologi produksi modern, pengemasan, pemeriksaan kualitas, hingga distribusi produk. Setiap tahapan dilakukan dengan menerapkan standar keamanan pangan, kebersihan, dan pengendalian mutu agar produk yang dihasilkan aman dikonsumsi serta memenuhi kebutuhan konsumen.
PT Mirota KSM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pangan dengan produk utama berupa susu bernutrisi untuk berbagai kelompok usia. Produk yang dihasilkan meliputi susu formula untuk bayi, susu bagi ibu hamil, serta susu untuk lansia yang diformulasikan sesuai kebutuhan gizi masing-masing. Produk-produk tersebut dibuat dengan kandungan rendah gula, bebas bahan pengawet, serta tersedia pilihan susu bebas laktosa bagi konsumen yang memiliki intoleransi terhadap laktosa. Inovasi tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam menyediakan produk yang sehat, aman, dan berkualitas.
Dalam pemaparannya, pihak perusahaan menjelaskan bahwa kualitas produk sangat dipengaruhi oleh mutu bahan baku yang digunakan. Susu yang diproduksi menggunakan bahan baku yang berasal dari peternakan sapi di Selandia Baru (New Zealand), yang dikenal memiliki sistem peternakan modern dengan standar internasional. Sapi-sapi tersebut diberi pakan alami berupa green feed (hijauan berkualitas) serta kombinasi hijauan dan biji-bijian untuk menghasilkan susu dengan kandungan nutrisi yang optimal. Pemilihan bahan baku berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga cita rasa, kandungan gizi, dan keamanan produk.
Selain memperhatikan kualitas bahan baku, PT Mirota KSM juga menerapkan sistem pengendalian mutu yang ketat pada setiap tahapan produksi. Seluruh produk harus melalui proses pemeriksaan kualitas sebelum dikemas dan dipasarkan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap produk telah memenuhi standar mutu perusahaan sehingga aman dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.
Setelah sesi pemaparan materi selesai, mahasiswa diajak mengunjungi area produksi untuk melihat secara langsung proses pengolahan susu di dalam pabrik. Pada kegiatan tersebut, mahasiswa mengamati tahapan produksi mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga penyimpanan produk sebelum didistribusikan. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), sistem sanitasi, pengendalian kualitas, serta pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam mendukung kelancaran proses produksi.
Produk-produk PT Mirota KSM tidak hanya dipasarkan kepada masyarakat umum, tetapi juga didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan gizi di beberapa rumah sakit yang bekerja sama dengan perusahaan. Selain itu, jaringan pemasaran perusahaan menjangkau wilayah Jabodetabek sebagai salah satu daerah tujuan distribusi utama. Melalui sistem distribusi yang terencana, perusahaan berupaya memastikan setiap produk diterima konsumen dalam kondisi yang aman, higienis, dan tetap memenuhi standar kualitas.
Kunjungan industri ini memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa Teknik Industri Semester 2. Selain memperoleh pengetahuan mengenai proses manufaktur secara langsung, mahasiswa juga memahami pentingnya efisiensi proses produksi, pengendalian mutu, kerja sama antarbagian, serta pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kualitas produk. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang berharga bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di bidang industri.
Melalui kegiatan kunjungan industri ke PT Mirota KSM Yogyakarta, mahasiswa tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman nyata mengenai penerapan ilmu teknik industri di lingkungan kerja. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mencetak lulusan yang memiliki wawasan luas, kompetensi yang baik, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan industri manufaktur di Indonesia.
Penulis : Fadel Al Ahmed Valentilano
Editor : Fadel Al Ahmed Valentilano
