Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menggelar edukasi literasi keuangan bagi murid kelas 1 MI Muhammadiyah Tlogosadang, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, [Kamis, 30 Juli 2026].
Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif melalui edukasi mengenai pentingnya menabung yang dilanjutkan dengan praktik membuat tabungan dari barang bekas. Selain memberikan pemahaman mengenai pengelolaan uang sejak dini, kegiatan ini juga mengajak murid untuk memanfaatkan barang bekas menjadi benda yang memiliki nilai guna.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMLA mengajak murid mengenal kebiasaan menabung dengan cara yang sederhana, kreatif, dan menyenangkan.
Mengenalkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Kegiatan diawali dengan penyampaian edukasi mengenai literasi keuangan kepada murid kelas 1 MI Muhammadiyah Tlogosadang.
Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Murid dikenalkan mengenai pentingnya menabung, menggunakan uang dengan bijak, serta membiasakan diri menyisihkan sebagian uang yang dimiliki.
Mahasiswa KKN UMLA juga mengajak murid memahami bahwa uang tidak harus selalu dihabiskan untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Sebagian uang dapat disisihkan untuk ditabung dan digunakan untuk kebutuhan di kemudian hari.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan melibatkan murid dalam tanya jawab dan percakapan sederhana. Hal tersebut dilakukan agar murid tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga dapat memahami dan mengingat pesan yang disampaikan.

Membuat Tabungan dari Barang Bekas
Setelah mendapatkan edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membuat tabungan sederhana dari barang bekas.
Mahasiswa KKN UMLA menyiapkan bahan berupa botol bekas dan kardus yang kemudian dimanfaatkan menjadi sebuah tabungan. Kegiatan tersebut bertujuan menggabungkan edukasi literasi keuangan dengan kreativitas serta pemanfaatan barang bekas.
Dalam proses pembuatannya, botol bekas terlebih dahulu dipotong menjadi bagian yang akan digunakan. Bagian ujung botol yang tidak diperlukan kemudian dibuang.
Selanjutnya, mahasiswa menyiapkan kardus yang telah dibentuk dan diberi lubang berbentuk persegi panjang pada bagian atas sebagai tempat untuk memasukkan uang. Kardus tersebut kemudian dipadukan dengan bagian botol yang telah disiapkan sebelumnya.
Agar tampilan tabungan menjadi lebih menarik, bagian samping kardus dihias menggunakan kertas kado. Kertas tersebut ditempel pada sisi-sisi kardus menggunakan lem hingga seluruh bagian terlihat lebih rapi dan menarik.
Murid kelas 1 mengikuti proses pembuatan dengan didampingi oleh mahasiswa KKN UMLA. Mereka diberikan kesempatan untuk ikut menghias dan menyelesaikan tabungan masing-masing.
Belajar Menabung melalui Praktik Langsung
Praktik membuat tabungan dari barang bekas menjadi bagian penting dalam kegiatan karena murid tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga langsung membuat media yang dapat digunakan untuk menabung.
Setelah tabungan selesai dibuat, mahasiswa kembali mengajak murid untuk mempraktikkan kebiasaan menabung. Murid diarahkan untuk mulai menyisihkan sebagian uang saku dan memasukkannya ke dalam tabungan yang telah mereka buat.
Dengan membuat tabungan menggunakan tangan mereka sendiri, murid diharapkan memiliki rasa memiliki dan lebih termotivasi untuk menggunakannya secara rutin.
Kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman kepada murid bahwa barang bekas yang ada di sekitar dapat dimanfaatkan kembali menjadi benda yang berguna dan memiliki nilai.
Edukasi Dikemas secara Menyenangkan
Agar kegiatan tidak terasa monoton, mahasiswa KKN UMLA mengemas edukasi dan praktik dalam suasana yang menyenangkan.
Murid dilibatkan secara aktif selama kegiatan, baik ketika mengikuti penyampaian materi maupun saat membuat dan menghias tabungan. Interaksi antara mahasiswa dan murid membuat suasana pembelajaran menjadi lebih hidup.
Melalui kegiatan tersebut, konsep menabung yang mungkin terasa sederhana dapat dikenalkan kepada anak melalui aktivitas yang sesuai dengan usia mereka.
Selain belajar mengenai keuangan, murid juga belajar berkreasi, mengikuti langkah-langkah pembuatan, serta memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Reward untuk Murid
Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme dan keaktifan murid selama mengikuti kegiatan, mahasiswa KKN UMLA juga memberikan reward kepada murid.
Pemberian reward menjadi salah satu cara untuk memberikan apresiasi sekaligus meningkatkan semangat murid dalam mengikuti kegiatan edukasi.
Mahasiswa berharap apresiasi tersebut dapat memberikan pengalaman positif bagi murid sehingga mereka semakin tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang edukatif dan menyenangkan.
Dorong Kebiasaan Menabung Sejak Dini
Kegiatan edukasi literasi keuangan di MI Muhammadiyah Tlogosadang menjadi salah satu bentuk upaya mahasiswa KKN UMLA dalam mengenalkan kebiasaan mengelola uang sejak usia dini.
Melalui kombinasi penyuluhan dan praktik membuat tabungan dari barang bekas, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya menabung, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung untuk menerapkannya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi murid untuk membangun kebiasaan positif, seperti menyisihkan uang saku, tidak menghabiskan uang secara berlebihan, serta menggunakan uang secara lebih bijak.
Dengan mengenalkan literasi keuangan melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan, mahasiswa KKN UMLA berharap murid MI Muhammadiyah Tlogosadang dapat tumbuh dengan kebiasaan finansial yang baik serta memiliki kesadaran untuk menabung sejak dini.
Penulis : Nazza Uswah Azizah
Editor : Fadel Al Ahmed Valentilano
