UmlaNews 

Surabaya, 3 Agustus 2026 – Upaya meningkatkan wawasan dan keterampilan di bidang jurnalistik terus dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik Universitas Muhammadiyah Lamongan melalui kegiatan kunjungan industri ke Graha Pena Jawa Pos Surabaya, Senin (3/8/2026). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota UKM Jurnalistik serta beberapa peserta dari luar UKM ini bertujuan memberikan pengalaman langsung mengenai proses kerja media massa sekaligus memperdalam pemahaman tentang dunia kepenulisan yang profesional.

Bertempat di Graha Pena Surabaya, peserta memperoleh pemaparan mengenai profil perusahaan Jawa Pos sebagai salah satu media nasional yang memiliki jaringan luas. Dalam sesi materi, narasumber menjelaskan bahwa cakupan pemberitaan Jawa Pos tidak hanya berasal dari Kota Surabaya, tetapi juga wilayah Gresik yang masuk dalam kategori Surabaya Raya. Sementara itu, daerah lain seperti Lamongan, Bojonegoro, Tuban, dan beberapa wilayah lainnya dikelola oleh media Radar yang masih berada dalam satu grup Jawa Pos. Setiap harinya, redaksi memilih sedikitnya empat hingga lima berita terbaik beserta empat hingga lima foto terbaik untuk diterbitkan. Redaksi juga dapat saling mengambil berita maupun foto dari media Radar karena masih berada dalam satu jaringan perusahaan.

Peserta juga diperkenalkan dengan mekanisme kerja redaksi yang dimulai setiap pagi melalui rapat perencanaan dan diskusi di grup WhatsApp redaksi. Dalam forum tersebut, editor membahas isu-isu yang sedang berkembang, seperti peristiwa kapal terbakar di perairan Madura, sekaligus melakukan pembagian tugas kepada reporter. Sebelum sebuah berita masuk ke tahap percetakan, seluruh naskah wajib memperoleh persetujuan atau approval dari editor. Selain diterbitkan dalam surat kabar, konten Jawa Pos juga dipublikasikan melalui berbagai platform digital, seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan portal berita daring.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa penentuan berita utama (headline) mempertimbangkan nilai berita (news value), terutama aspek kedekatan dengan pembaca, besarnya dampak, serta luasnya pengaruh suatu peristiwa. Meski demikian, berita utama tidak selalu berasal dari peristiwa negatif seperti bencana atau kecelakaan. Prestasi atlet maupun berbagai kabar positif (good news) juga memiliki peluang menjadi headline apabila dinilai memberikan manfaat dan inspirasi bagi masyarakat. Untuk memperkaya informasi, redaksi juga berupaya mengembangkan lebih dari satu sudut pandang (angle) sehingga berita yang disajikan menjadi lebih lengkap dan berimbang.

Selain membahas teknik penulisan berita, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya menjaga akurasi informasi dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik, terutama dalam menghadapi maraknya penyebaran berita hoaks. Narasumber menegaskan bahwa setiap informasi yang mengangkat suatu isu harus melalui proses konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Apabila redaksi tidak memiliki reporter di lokasi kejadian, verifikasi dilakukan tidak hanya kepada media yang pertama kali mempublikasikan informasi, tetapi juga kepada saksi maupun pihak yang terlibat langsung dalam peristiwa tersebut. Setelah proses penyuntingan selesai, berita masih harus melewati tahap Final Control atau pemeriksaan kualitas terakhir (quality control) sebelum dinyatakan layak cetak.

Jawa Pos juga menerapkan batas waktu (deadline) yang ketat, yakni sekitar pukul 19.00 hingga 20.00 WIB setiap hari. Seluruh proses peliputan, penulisan, penyuntingan, hingga pemeriksaan akhir harus diselesaikan sebelum berita diproduksi dan dipublikasikan kepada masyarakat. Sistem kerja tersebut menunjukkan bahwa kecepatan penyampaian informasi harus tetap diimbangi dengan ketelitian serta tanggung jawab dalam menjaga kredibilitas media.

Kegiatan kunjungan industri berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Selain memperoleh wawasan mengenai alur produksi berita di media profesional, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai teknik penulisan berita yang baik, penyusunan sudut pandang pemberitaan, penerapan nilai berita, serta pentingnya menjunjung tinggi etika jurnalistik. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi secara langsung dengan narasumber mengenai tantangan dunia jurnalistik di era digital. Melalui kunjungan ini, diharapkan anggota UKM Jurnalistik Universitas Muhammadiyah Lamongan semakin siap menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Penulis : Fadel Al Ahmed Valentilano

Editor : Fadel Al Ahmed Valentilano