Lamongan, 25 Juli 2026 – Pelaksanaan Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (FASHMU) III tidak hanya menghadirkan berbagai perlombaan keagamaan, tetapi juga dimeriahkan dengan bazar yang berlangsung selama dua hari di lingkungan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA). Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempromosikan sekaligus memasarkan beragam produk kepada peserta, pendamping, maupun pengunjung yang hadir.
Beragam stan bazar menawarkan aneka makanan, minuman, serta produk lainnya yang dapat dinikmati selama berlangsungnya kegiatan. Kehadiran bazar menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang melengkapi rangkaian FASHMU III sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Salah seorang pelaku usaha yang membuka stan bazar mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, bazar FASHMU menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat, meskipun pada hari pertama jumlah pembeli belum terlalu ramai.
“Kalau hari ini senang, cuma memang pembelinya belum begitu banyak. Insyaallah nanti semakin ramai,” ujarnya.
Optimisme tersebut muncul karena bazar diselenggarakan selama dua hari, sehingga masih terdapat kesempatan bagi para pedagang untuk menjangkau lebih banyak pengunjung pada hari berikutnya. Ramainya peserta lomba, pendamping, dan masyarakat yang datang diharapkan mampu meningkatkan aktivitas jual beli di setiap stan.
Pelaku usaha tersebut juga menyatakan kesiapannya untuk kembali berpartisipasi apabila bazar serupa kembali diselenggarakan pada masa mendatang. Menurutnya, kegiatan seperti FASHMU memberikan peluang yang baik bagi UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus menjalin relasi dengan masyarakat.
“Insyaallah selalu ikut, yang penting kami dikabari,” katanya.
Selain itu, ia mengajak seluruh pedagang agar tetap bersemangat dalam menjalankan usahanya, baik ketika kondisi penjualan sedang ramai maupun sepi. Menurutnya, konsistensi dan inovasi menjadi faktor penting dalam mempertahankan minat konsumen.
“Namanya jualan ya harus semangat. Walaupun sepi atau ramai tetap semangat. Harus terus berinovasi. Kalau penjualan menurun, berarti kita harus melihat apa yang disukai anak-anak atau konsumen, lalu mengikuti kebutuhan mereka,” tuturnya.
Pesan tersebut mencerminkan semangat para pelaku UMKM untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Inovasi produk dan pelayanan dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan usaha, terutama ketika mengikuti bazar yang menghadirkan banyak pilihan bagi pengunjung.
Keberadaan bazar selama dua hari penyelenggaraan FASHMU III juga memberikan manfaat bagi peserta dan pengunjung. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi selama mengikuti kegiatan, bazar turut menciptakan suasana yang lebih hidup serta menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui penyelenggaraan bazar, FASHMU III tidak hanya berfokus pada pembinaan generasi muda melalui berbagai cabang perlombaan keagamaan, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Sinergi antara kegiatan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Festival Anak Sholeh Muhammadiyah III.
Penulis : Muhammad Alvizal Hendraditya Wibawa
Editor : Fadel Al Ahmed Valentilano
