http://umlanews.comUniversitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menggelar kegiatan Pembinaan Pimpinan Organisasi Kemahasiswaan yang dirangkai dengan Sambutan dan Penyamaan Persepsi Pembinaan Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu(28/01/2026) mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Auditorium Budi Utomo, Lantai 3 Gedung A Universitas Muhammadiyah Lamongan.Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan visi, arah, serta komitmen pembinaan organisasi kemahasiswaan agar selaras dengan kebijakan dan nilai-nilai Universitas Muhammadiyah Lamongan. Acara ini dihadiri oleh pimpinan universitas, pembina Ormawa, serta para pengurus baru organisasi kemahasiswaan.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan berhalangan hadir karena adanya agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan. Meskipun demikian, kegiatan tetap berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, terutama karena dihadiri oleh banyak pengurus baru Ormawa dan para pembina.Universitas Muhammadiyah Lamongan memiliki berbagai organisasi kemahasiswaan, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM F), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang berjumlah empat IMM. Secara keseluruhan, UMLA tercatat memiliki hampir 45 organisasi kemahasiswaan yang aktif.
Selain itu, disampaikan pula bahwa Himpunan Mahasiswa (HIMA) merupakan ujung tombak universitas dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.Suasana kegiatan berlangsung hangat dan cair dengan adanya guyonan dari jajaran pimpinan universitas. Wakil Rektor I diibaratkan sebagai “mata-mata”, Wakil Rektor II sebagai “mata air”, dan Wakil Rektor III sebagai “air mata”, yang menggambarkan peran masing-masing pimpinan dalam dinamika pengelolaan universitas.Dalam pembinaan tersebut juga ditegaskan pentingnya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana organisasi mahasiswa. Ditekankan agar tidak terjadi pencairan dana tanpa pelaksanaan kegiatan yang jelas, sebagai bentuk tanggung jawab dan amanah dalam berorganisasi. Bahkan disinggung pula perjuangan awal pendirian STIKES yang bermula dari kondisi nol rupiah, sehingga semangat berjuang dan pengelolaan yang jujur harus terus dijaga.
Terkait pendanaan, universitas sempat merencanakan pengusulan dana pendamping sebesar Rp170 juta ke Sumatra. Namun setelah melalui pertimbangan, disimpulkan bahwa universitas belum mampu menanggung beban tersebut. Opsi dana sebesar Rp50 juta dinilai masih memungkinkan, namun pada akhirnya rencana pengusulan tersebut dibatalkan.Pada bidang prestasi, Universitas Muhammadiyah Lamongan mencatat capaian membanggakan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Pada tahun 2025, UMLA berhasil meloloskan empat proposal PKM dan meraih Juara 1. Capaian ini diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya. Sementara itu, untuk program PPK Ormawa, UMLA masih terus berupaya untuk meraih hasil terbaik, serta mendorong penguatan program P2MB.Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan seluruh pimpinan organisasi kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Lamongan mampu menjalankan organisasi secara profesional, transparan, dan berorientasi pada prestasi, serta menjadi mitra strategis universitas dalam mencetak mahasiswa yang unggul dan berkarakter.
Nama penulis: Ahmad Laukhul Mahfud
Editor: Fadel Al Ahmed Valentilano
