UmlaNews Lamongan — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lamongan (BEM UMLA) Kabinet Harsa Nirmala turut ambil bagian dalam kegiatan Sekolah Wawasan Kebangsaan, sebuah forum yang mempertemukan para mahasiswa dengan tokoh nasional untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapat kesempatan berharga untuk berdiskusi langsung dengan Ketua DPD RI, Abangda Sultan Bachtiar Najamudin.
Pada sesi penyampaian aspirasi, Presiden Mahasiswa UMLA, Farid, mewakili BEM UMLA menyampaikan pandangannya mengenai arah pembangunan Kabupaten Lamongan yang kini tengah bertransformasi menuju daerah industrialisasi.
Farid menuturkan bahwa posisi strategis Lamongan — yang berada di antara dua kota industri besar, Gresik dan Tuban — menjadikan daerah ini memiliki potensi besar sebagai penopang kawasan industri Jawa Timur.
Pemerintah daerah terus memperkuat infrastruktur jalan sebagai penunjang utama pertumbuhan ekonomi. Dalam waktu dekat, Lamongan bahkan akan menjadi lokasi pabrik pupuk terbesar di ASEAN, yang diharapkan dapat mendorong investasi, membuka lapangan kerja, serta mempercepat transformasi ekonomi daerah.
Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa UMLA, Kamal, menambahkan bahwa Lamongan juga terus menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan sektor pertanian dan perikanan paling produktif di Jawa Timur.
Dikenal luas sebagai lumbung padi nasional, Lamongan mencatat produksi gabah kering giling (GKG) mencapai ratusan ribu ton setiap tahunnya, menjadikannya salah satu produsen padi terbesar di provinsi ini.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan teknologi pertanian modern serta program pemberian bibit unggul yang digalakkan pemerintah daerah. Fokus utama pengembangan diarahkan pada peningkatan produktivitas tanaman pangan agar hasil panen semakin maksimal dan berkelanjutan.
Selain itu, Kamal juga menyoroti potensi besar Lamongan di sektor perikanan, baik tangkap maupun budidaya. Salah satu ikon kebanggaan daerah ini adalah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong, yang dikenal sebagai pelabuhan perikanan terbesar di pantai utara Jawa Timur sekaligus salah satu yang terbesar di Indonesia.
Pada masa puncaknya, TPI Brondong mampu mencatat omzet tangkapan ikan hingga 300 ton per hari, menjadi bukti besarnya aktivitas ekonomi maritim di kawasan tersebut.
Namun, sektor perikanan Lamongan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti fluktuasi harga jual dan peningkatan standar kualitas produk olahan. Untuk itu, pemerintah daerah terus memperkuat penanganan pascapanen melalui penerapan sistem rantai dingin (cold chain system) agar mutu hasil perikanan tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.
Dengan sumber daya alam yang melimpah, dukungan inovasi teknologi, serta strategi pembangunan berkelanjutan, Lamongan terus memperkuat perannya sebagai daerah agraris dan maritim unggulan. Aspirasi yang disampaikan BEM UMLA dalam forum kebangsaan ini menjadi cerminan semangat mahasiswa dalam mendukung kemajuan daerah, sekaligus kontribusi nyata dalam pembangunan nasional.
Penulis : Labil Muwaffaq Wicaksana
Editor : Fadel Al Ahmed Valentilano
